Free Bug 2 Cursors at www.totallyfreecursors.com

Rabu, 06 Mei 2015

TOURING SEJARAH DI MUSEUM KEKAYON

Yogyakarta merupakan salah satu kota tujuan wisata ke-2 setelah Bali. Selain karena keramahan serta kultur budaya yang begitu kuat. Begitu banyak tempat-tempat wisata yang dapat kita nikmati mulai dari wisata pendidikan, wisata kuliner, wisata sejarah, wisata religi, wisata budaya, wisata alam dan masih banyak lagi yang bisa kita susuri di kota yang dikenal sebagai kota Pelajar ini.

Bahkan yang lebih menarik lagi, berbagai rangkaian peristiwa sejarah bangsa Indonesia  dapat kita saksikan dalam bentuk sebuah replika. Museum Kekayon yang terletak di Jalan Yogya-Wonosari Km.7 No.227 Yogyakarta, menyajikan semua peristiwa langka tersebut mulai dari jaman purba hingga proklamsi, bahkan kesenian wayang dari abad 6 hingga 20.

Begitu kita memasuki wilayah museum, maka kita akan diseguhkan dengan kemegahan dan keindahan bangunan kuno, serta langsung mulai memutar sejarah peradaban  Indonesia. Kita juga bisa langsung melihat kendaran kuno yang ikut disajikan oleh Museum Kekayon ini. Tak jauh dari tempat itu kita bisa melihat ganesa dan reog atau leak yang berada di pendopo Joglonan. Terdapat juga tempat peristirahatan atau gazebo yang dikelilingi kolam, dengan model unik / klasik. Tatapan mata juga langsung bisa melihat tiga patung budha di dalam kompleks Moseum Kekayon ini.
Tiga patung budha tersebut merupakan suatu symbol peradaban agama yang masuk di Indonesia  di mana pertama kali agama yang masuk di Indonesia adalah Hindu Budha. Kemudian disekitar museum terdapat pula kompleks air mancur yang melambangkan pengaruh bangsa belanda yang menjajah Indonesia selama 350 tahun.

Memasuki ruangan museum kita akan disajikan berbagai macam keindahan kesenian wayang yang sangat unik. Kita dapat melihat wayang yang paling tua yaitu wayang Purwa, yang dipentaskan sejak jaman kerajaan Kediri. Selain itu terrdapat pula wayang Madya yang menceritakan perang bharatayudha, wayang gedhog yang memuat cerita Dewi Candrakirana, wayang klitik yang mengisahkan Darmawulan dan Minakjinggo, wayang Drupara yang mengisahkan perjuangan Pangeran Diponegoro dan wayang Suluh yang berkisah tentang perjuangan bangsa Indonesia mencapai kemerdekaan.

Menariknya di museum ini juga ada miniatur pewayangan, serta beberapa replika tokoh perwayangan yang berukuran besar untuk wayang  Hanoman, Rama, Dewi Trijati, Dasamuka serta Kumbakarna. Uniknya lagi, di museum ini kita bisa mencocokan zodiak kita dengan tokoh-tokoh dalam pewayangan dan meramalkan perwatakan kita lewat poster seukuran A3 yang digantung sehingga kita bisa membacanya dengan sangat jelas.


Tak banyak biaya yang harus kita keluarkan untuk menikmati perjalan unik dan langka di museum kekayon yang didirikan sejak tanggal 23 Juli 1990 ini, hanya Rp. 7.000,- untuk Umum/ Pelajaran, Rp. 10.000 untuk Turis dan Photo/camera dan Rp. 40.000,- untuk mengadakan penelitian dan wawancara serta biaya tambahan sebesar Rp. 3.000,- jika ingin memperoleh buku panduan mengenai museum kekayon. Apabila kita ingin menyewa gedung untuk pernikahan, kita hanya akan dibandrol harga sekitar 995.000,-. Untuk menjangkau museum ini pun sangatlah mudah, karena selain menggunakan kendaraan pribadi, kita dapat menggunakan jasa angkutan umum Jogja-Wonosari. Museum kekayon dapat dikunjungi setiap hari pukul 09.00 s.d. 16.00, kecuali hari senin.

Sumber Dokumentasi oleh "Setiawan Yosep Wijayanta"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar