Yogyakarta merupakan salah satu kota tujuan
wisata ke-2 setelah Bali. Selain karena keramahan serta kultur budaya yang
begitu kuat. Begitu banyak tempat-tempat wisata yang dapat kita nikmati mulai
dari wisata pendidikan, wisata kuliner, wisata sejarah, wisata religi, wisata
budaya, wisata alam dan masih banyak lagi yang bisa kita susuri di kota yang
dikenal sebagai kota Pelajar ini.
Bahkan yang lebih menarik lagi, berbagai
rangkaian peristiwa sejarah bangsa Indonesia dapat kita saksikan dalam bentuk sebuah replika.
Museum Kekayon yang terletak di Jalan Yogya-Wonosari Km.7 No.227 Yogyakarta,
menyajikan semua peristiwa langka tersebut mulai dari jaman purba hingga
proklamsi, bahkan kesenian wayang dari abad 6 hingga 20.
Begitu kita memasuki wilayah museum,
maka kita akan diseguhkan dengan kemegahan dan keindahan bangunan kuno, serta
langsung mulai memutar sejarah peradaban Indonesia. Kita juga bisa langsung melihat
kendaran kuno yang ikut disajikan oleh Museum Kekayon ini. Tak jauh dari tempat
itu kita bisa melihat ganesa dan reog atau leak yang berada di pendopo
Joglonan. Terdapat juga tempat peristirahatan atau gazebo yang dikelilingi
kolam, dengan model unik / klasik. Tatapan mata juga langsung bisa melihat tiga
patung budha di dalam kompleks Moseum Kekayon ini.
Tiga patung budha tersebut merupakan
suatu symbol peradaban agama yang masuk di Indonesia di mana pertama kali agama yang masuk di
Indonesia adalah Hindu Budha. Kemudian disekitar museum terdapat pula kompleks
air mancur yang melambangkan pengaruh bangsa belanda yang menjajah Indonesia
selama 350 tahun.
Memasuki ruangan museum kita akan
disajikan berbagai macam keindahan kesenian wayang yang sangat unik. Kita dapat
melihat wayang yang paling tua yaitu wayang Purwa, yang dipentaskan sejak jaman
kerajaan Kediri. Selain itu terrdapat pula wayang Madya yang menceritakan
perang bharatayudha, wayang gedhog yang memuat cerita Dewi Candrakirana, wayang
klitik yang mengisahkan Darmawulan dan Minakjinggo, wayang Drupara yang
mengisahkan perjuangan Pangeran Diponegoro dan wayang Suluh yang berkisah
tentang perjuangan bangsa Indonesia mencapai kemerdekaan.
Menariknya di museum ini juga ada
miniatur pewayangan, serta beberapa replika tokoh perwayangan yang berukuran
besar untuk wayang Hanoman, Rama, Dewi
Trijati, Dasamuka serta Kumbakarna. Uniknya lagi, di museum ini kita bisa
mencocokan zodiak kita dengan tokoh-tokoh dalam pewayangan dan meramalkan
perwatakan kita lewat poster seukuran A3 yang digantung sehingga kita bisa
membacanya dengan sangat jelas.
Tak banyak biaya yang harus kita
keluarkan untuk menikmati perjalan unik dan langka di museum kekayon yang
didirikan sejak tanggal 23 Juli 1990 ini, hanya Rp. 7.000,- untuk Umum/ Pelajaran,
Rp. 10.000 untuk Turis dan Photo/camera dan Rp. 40.000,- untuk mengadakan
penelitian dan wawancara serta biaya tambahan sebesar Rp. 3.000,- jika ingin
memperoleh buku panduan mengenai museum kekayon. Apabila kita ingin menyewa
gedung untuk pernikahan, kita hanya akan dibandrol harga sekitar 995.000,-. Untuk
menjangkau museum ini pun sangatlah mudah, karena selain menggunakan kendaraan
pribadi, kita dapat menggunakan jasa angkutan umum Jogja-Wonosari. Museum
kekayon dapat dikunjungi setiap hari pukul 09.00 s.d. 16.00, kecuali hari
senin.
Sumber Dokumentasi oleh "Setiawan Yosep Wijayanta"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar