Free Bug 2 Cursors at www.totallyfreecursors.com

Selasa, 01 Oktober 2013

MANTAPNYA KULINER MALAM SOTO SETAN, PAK HERY

Menikmati  kelezatan dan kesegaran soto ternyata tidak hanya bisa kita nikmati di pagi hari. Di daerah Giwangan, tepatnya disebelah barat terminal bus giwangan, kita dapat menikmati kelezatan soto Pak Heriyanto di malam hari. Inilah soto setan, sekilas namanya tekesan menakutkan, tapi jangan salah, menu soto yang satu ini benar-benar mantap rasanya.


Foto by : Setiawan Yosep Wijayanta


“Alasan saya membuat porsi soto ini lebih banyak dari biasanya, karena saya mempunyai prinsip semoga yang makan soto ini cukup porsinya” kata Pak Heriyanto, pemilik warung soto setan asli Wonosari. Dengan dibantu oleh anak laki-lakinya dan 2 pegawainya Pak Heriyanto menjajakan soto dan buburnya.

Menurut Pak Heriyanto, ide membuka usaha soto dan bubur ini yang bisa dinikmati di malam hari, adalah karena beliau ingin memberikan sensasi baru terhadap dunia kuliner. Oleh sebab itulah masyarakat menjujlukinnya dengan nama soto setan, walaupun yang dijualanya tidak hanya soto, bubur juga ada. Menurut kebanyakan orang, menu yang satu ini dinamakan soto setan karena hanya dapat kita nikmati di malam hari, bahkan tengah malam sekalipun. Secara umum, komposisi soto ini sama dengan kebanyakan soto ayam yang sering kita nikmati, yaitu nasi, kubis, kecambah, ditaburi daging ayam dan bawang serta disiram dengan kuah soto. Hanya saja yang membedakan soto setan ini adalah porsinya yang lebih banyak dari soto biasa dan menu ini hanya dapat dinikmati dimalam hari.

Warung soto setan Pak Heriyanto yang berdiri sejak tahun 1992 ini tidak pernah sepi pengunjung bahkan tengah malam sekalipun. Ada saja pelanggan setia yang datang untuk menikmati kelezatan soto setan ini. Untuk menikmati seporsi soto setan ini, kita hanya dibandrol Rp.7.000,- saja. Menikmati soto tentu saja akan lebih nikmat apabila ditemani segelas teh hangat gula batu yang dibandrol harga Rp. 2.000,-.

Selain menu utama soto setan, warung ini juga menyajikan hidangan yang tidak kalah mantap, yaitu bubur ayam, dan sebagai pelengkap hidangannya sate usus, tahu bacem dan tempe. Hanya dengan uang sebesar Rp. 6.000,- untuk bubur ayam saja kita dapat menikmati kelezatan bubur ayam Pak Heriyanto ini.



Diwarung tersebut selain 2 menu andalan tersebut, disediakan pula aneka gorengan dan baceman tahu dan tempe sebagai pelengkap untuk menikmati menu yang mantap tersebut. Bagi para penikmat kuliner malam, yang ingin mencicipi kelezatan soto dan bubur ayam di malam hari, bisa mencicipi menu yang satu ini setiap hari dari pukul 17.00 s.d 05.00 di alamat Jl. Imogiri Timur tepatnya di selatan SLB C Yogyakarta.

Naskah by : Dwi Sundari

PERAJIN BATIK TULIS


Foto by : Setiawan Yosep Wijayanta



Bu Asih (40), perajin batik dari Rejodani, Sleman. Beliau sosok seorang wanita paruh baya yang berprofesi sebagai perajin batik. Sebuah ketrampilan yang tidak semua orang bisa melakukannya seperti halnya Bu Asih. Walaupun dengan salah satu angggota tubuhnya tidak sempurna tetapi semangat beliau sungguh luar biasa bagaikan kobaran api yang tidak pernah padam dengan apapun. Setiap goresan malam dan lincah tangannya dapat menghasilkan batik yang sungguh indah dipandangan mata. Dari semua itu yang paling Bu Asih pentingkan adalah untuk nguri-uri kebuadayaan yang mungkin hampir hilang ditelan bumi agar tetap lestari.  

Selain keterampilannya dalam membatik menggoreskan malam, beliau juga bisa tehnik membuat motif hingga proses pewarnaan. Sejak remaja sudah membuat motif batik dengan tangannya sendiri dan mengerjakan batik tersebut kukuh tekun sudah menjadi hariannya untuk batik. Keahlian ini diwariskan dari keluarga secara turun temurun, sejak beliau remaja hingga kini. Keahlian yang diwarisi dari keluarganya dikembangkan  menjadi tumpuan menghidupinya beliau. Semua itu dilakukan Bu Asih untuk membantu meringankan kebutuhan hidup yang semakin melonjak bagaikan ombak pasang di laut selatan. 

Saat sang surya terbit, di halaman rumah yang sangat asri, Bu Asih dengan ditemani kicauan burung dan hangatnya sinar sang surya sudah mulai membatik. Dan dalam proses membatik ini harus sabar dan dengan ketelitian dalam menggoreskan malam dikain untuk menghasilkan batik yang menawan hati proses membatikpun sungguh tidak mudah, terkadang butuh waktu hingga satu bulan untuk menyelesaikan selembar kain yang indah. Bu Asih biasanya membatik bersama dengan yang mau untuk belajar membatik tulis. Terkadang untuk sehelai kain batik bisa laku dengan harga yang sangat tinggi. Tapi  mungkin belum sebanding dengan sehelai kain batik buah tangannya sendiri. Alhasil walupun memang hal ini tidak sebanding dengan apa yang dikerjaakannya, tapi Bu Asih melakukan denagn senanghati karena yang penting pelestarian perajin  batik agar tidak hilanng termakn masa.

Menjelang senja ketika matahari bergerak turun di sore hari dan sinarnya yang kemerahan bagikan menempel di batas laut, Bu Asih bergegas membereskan alat-alat untuk dilanjutkan keesokan harinya. Setelah itulah saat para perajin menyiapkan diri untuk menjalankan kewjibannya sebagai orang yang telah berkeluarga.


Naskah By : Setiawan Yosep Wijayanta






Kerajinan Kayu di Festival Kesenian Yogyakarta


Yogyakarta: Festival Kesenian Yogayakarta (FKY) ke-23 menyuguhkan berbagai macam hasil kesenian dari tradisional  sampai dengan modern. Event ini  juga yang ditunggu-tunggu oleh  para pelaku kasenian atau distributor barang-barang antik, Selasa (20/06/11)

Banyak orang memamerkan karya kreatifitasnya dalam dunia keseniannya sendiri sekaligus menjualnya. Hal ini dilakukan untuk mengais-ngais rejeki dari jiri payahnya sendiri dengan menjual hasil kreatifitasnya.

Foto By : Setiawan Yosep Wijayanta

Sebagai peserta pameran FKY Mbak Tika yaitu seorang karyawan ikut andil dalam kemeriyahan ini dengan menunjukan  karya kekretifitas kelompok usahanya. Dalam  pameran tersebut menampilkan  kesenian kayu furniture yang dikemas dalam  bentuk, kursi, meja, bola, serta bentuk wastafel dan lain sebagainya. “Dengan adanya FKY merupakan ajang untuk unjuk gigi juga sebagai sarana untuk menjalin relasi, kan bisa menyelam sambil minum air,” tambahnya pada Saya.


Karya kelompok usaha Mbak Tika yang dipamerkan sangat menarik dan  sedap dipandang mata para pengunjung selain itu dengan bentuk juga yang unik dan asyik.“Kami pilih sebagai bahan mentahnya dari kayu jati yang bisa bertahan lama karena tidak mau mengecewakanm pelanggan,” ungkap Mbak Tika. 

Naskah by : Setiawan Yosep Wijayanta