Free Bug 2 Cursors at www.totallyfreecursors.com

Selasa, 01 Oktober 2013

PERAJIN BATIK TULIS


Foto by : Setiawan Yosep Wijayanta



Bu Asih (40), perajin batik dari Rejodani, Sleman. Beliau sosok seorang wanita paruh baya yang berprofesi sebagai perajin batik. Sebuah ketrampilan yang tidak semua orang bisa melakukannya seperti halnya Bu Asih. Walaupun dengan salah satu angggota tubuhnya tidak sempurna tetapi semangat beliau sungguh luar biasa bagaikan kobaran api yang tidak pernah padam dengan apapun. Setiap goresan malam dan lincah tangannya dapat menghasilkan batik yang sungguh indah dipandangan mata. Dari semua itu yang paling Bu Asih pentingkan adalah untuk nguri-uri kebuadayaan yang mungkin hampir hilang ditelan bumi agar tetap lestari.  

Selain keterampilannya dalam membatik menggoreskan malam, beliau juga bisa tehnik membuat motif hingga proses pewarnaan. Sejak remaja sudah membuat motif batik dengan tangannya sendiri dan mengerjakan batik tersebut kukuh tekun sudah menjadi hariannya untuk batik. Keahlian ini diwariskan dari keluarga secara turun temurun, sejak beliau remaja hingga kini. Keahlian yang diwarisi dari keluarganya dikembangkan  menjadi tumpuan menghidupinya beliau. Semua itu dilakukan Bu Asih untuk membantu meringankan kebutuhan hidup yang semakin melonjak bagaikan ombak pasang di laut selatan. 

Saat sang surya terbit, di halaman rumah yang sangat asri, Bu Asih dengan ditemani kicauan burung dan hangatnya sinar sang surya sudah mulai membatik. Dan dalam proses membatik ini harus sabar dan dengan ketelitian dalam menggoreskan malam dikain untuk menghasilkan batik yang menawan hati proses membatikpun sungguh tidak mudah, terkadang butuh waktu hingga satu bulan untuk menyelesaikan selembar kain yang indah. Bu Asih biasanya membatik bersama dengan yang mau untuk belajar membatik tulis. Terkadang untuk sehelai kain batik bisa laku dengan harga yang sangat tinggi. Tapi  mungkin belum sebanding dengan sehelai kain batik buah tangannya sendiri. Alhasil walupun memang hal ini tidak sebanding dengan apa yang dikerjaakannya, tapi Bu Asih melakukan denagn senanghati karena yang penting pelestarian perajin  batik agar tidak hilanng termakn masa.

Menjelang senja ketika matahari bergerak turun di sore hari dan sinarnya yang kemerahan bagikan menempel di batas laut, Bu Asih bergegas membereskan alat-alat untuk dilanjutkan keesokan harinya. Setelah itulah saat para perajin menyiapkan diri untuk menjalankan kewjibannya sebagai orang yang telah berkeluarga.


Naskah By : Setiawan Yosep Wijayanta






Tidak ada komentar:

Posting Komentar